Bahasa Jawa
Eksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.
Pustaka digital hidup untuk ragam bahasa tutur, dialek daerah, dan fenomena kebahasaan.
Entah kenapa atau dengan cara yang tidak jelas, tapi berhasil; biasanya dipakai ketika sebuah masalah bisa solve sendiri tanpa alasan yang jelas.
Detail KataEksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.
Koleksi kata baku dan resmi Bahasa Indonesia. Untuk keperluan profesional, akademik, bidang medis, sains dan komunikasi resmi.
Kamus khusus penyimpangan ejaan kata sehari-hari, pengaruh budaya, hingga bentuk bakunya.
Kata baku bahasa Indonesia yang dikurasi dan diperkaya oleh Tim Bahasa ibahasa.
Huruf pertama abjad Indonesia
Sebutan untuk saudara laki-laki yang lebih tua atau panggilan hormat kepada laki-laki yang usianya lebih tua atau memiliki kedudukan sosial setara.
Fasilitas atau tempat khusus yang digunakan untuk kegiatan pemotongan hewan ternak untuk konsumsi umum; rumah jagal.
Tindakan pelepasan hak, wewenang, atau kekuasaan secara sukarela, khususnya oleh seorang raja atau penguasa.
Urutan huruf dalam abjad Latin, atau kiasan untuk hal-hal mendasar yang harus dipahami terlebih dahulu dalam suatu bidang.
Sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemukiman.
“Ngabuburit bukan hanya “menunggu waktu berbuka”, tetapi sudah menjadi ritual sosial yang membentuk budaya kolektif selama bulan Ramadan. Aktivitas mengisi waktu menjelang buka puasa dengan berbagai kegiatan ringan, terutama di area publik atau tempat makan.”
“Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada laki-laki yang memiliki kecenderungan untuk menggoda atau mendekati banyak perempuan secara berganti-ganti, serupa dengan istilah 'buaya darat' dalam bahasa Indonesia.”
“Cacat optik pada sistem lensa di mana cahaya dengan panjang gelombang berbeda dibiaskan pada sudut yang tidak sama, sehingga menghasilkan lingkaran atau halo berwarna di sekitar tepi objek; Dikenal awam sebagai efek pelangi palsu pada foto atau gambar optik. (Sinonim: aberasi warna, cacat kromatik, dispersi lensa)”
“Melanjutkan atau meneruskan suatu tindakan, proses, atau pembicaraan yang sedang berlangsung atau yang sempat terhenti. Kata ini mengindikasikan kelanjutan dari suatu aktivitas atau tugas dari titik di mana ia berhenti atau belum diselesaikan. Dapat juga berarti “melaksanakan instruksi” atau rencana yang telah ada.”
“Praktik “klenik” atau ilmu gaib dalam tradisi Jawa yang merujuk pada benda atau zat berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi, umumnya ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan mencelakai atau mencelakakan orang lain melalui kekuatan supranatural.”
“Variasi berlebihan dari kata 'mantul' (mantap betul) untuk menyatakan sesuatu yang sangat keren, hebat, atau memuaskan.”
“Bajigur adalah plesetan yang lebih halus untuk umpatan kasar “Bajingan”. Biasanya diucapkan oleh orang yang terbiasa berbahasa Jawa.”
““Misti” (Van Ophuijsen) berarti harus, mesti, wajib, atau perlu melakukan sesuatu, mengindikasikan suatu keharusan atau kewajiban. Kata ini menunjukkan bahwa suatu tindakan tidak dapat dihindari atau merupakan persyaratan mutlak.”
“Singkatan dari “malas gerak”, menggambarkan kondisi seseorang yang merasa sangat malas untuk bergerak atau melakukan aktivitas fisik, biasanya karena kelelahan, mengantuk, atau hanya ingin bermalas-malasan.”
“Bagaimana; bentuk tanya yang menanyakan keadaan, cara, atau kondisi sesuatu dalam bahasa Melayu tempo dulu.”
““Arkileksem” adalah satuan leksikal yang bersifat superordinat, mencakup dan menetralisasi oposisi makna dari sejumlah leksem yang berada dalam satu medan semantik yang sama, sehingga berfungsi sebagai representasi umum atau generik atas kelompok leksem tersebut.”
“Organisme yang mampu mensintesis senyawa organik sendiri dari bahan anorganik sederhana, seperti karbon dioksida dan air, dengan memanfaatkan energi cahaya matahari melalui proses “fotosintesis” atau energi kimia melalui proses kemosintesis.”
“Bersifat kiasan atau perlambangan, di mana makna yang lebih dalam disampaikan secara tidak langsung melalui tokoh, peristiwa, atau narasi yang merepresentasikan konsep abstrak di luar makna literalnya.”
“Bersifat tidak lazim dalam hal lokasi kemunculan atau perkembangan suatu struktur, sifat, atau organ yang tumbuh di tempat yang berbeda dari posisi normalnya, serta terjadi secara tidak teratur dan sporadis. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks biologi, botani, dan ilmu kedokteran untuk merujuk pada pertumbuhan “ektopik” atau munculnya sesuatu di luar pola yang seharusnya.”